Polisi Dalami Kasus Penyerangan Bom Molotov di Kantor PDIP

Polisi Dalami Kasus Penyerangan Bom Molotov di Kantor PDIP

Berita Terbaru Kriminal Pihak Kepolisian mulai mendalami penyelidikan dalam pelemparan bom molotov di Kantor PAC PDI Perjuangan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/7). Pelemparan ini dilakukan oleh orang tak dikenal.

“Telah terjadi pelemparan diduga bom molotov yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Saptono Erlangga dalam keterangannya pada hari Kamis (29/7).

Pelemparan molotov ini merupakan kali kedua menyasar kantor PDIP. Sebelumnya, Selasa (28/7) kemarin, aksi pelemparan molotov juga terjadi di Kantor PAC PDIP Megamendung sekaligus kediaman kader PDIP Rosenfield Panjaitan.

Saptono menerangkan Kantor PAC PDIP Cileungsi ini juga merupakan tempat tinggal kader PDIP yakni Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Mu’ad Kalim.

 

Polisi Dalami Kasus Penyerangan Bom Molotov di Kantor PDIP

 

Polisi yang melakukan penyelidikan sudah memeriksa sejumlah saksi, salah satunya tukang bangunan yang tengah melakukan renovasi. Dari keterangan saksi diketahui aksi tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu dia terbangun dan melihat api di kantor PAC PDIP Cileungsi. Saat itu, gerbang kantor dalam keadaan tertutup.

“Dan saksi kemudian memberitahukan ke temannya, kemudian kedua saksi tersebut mematikan api tersebut yang diduga berasal dari bom molotov,” tutur Saptono.

Saptono menuturkan dari lokasi kejadian turut ditemukan beberapa barang bukti. Yakni dua pecahan botol diduga sebagai bom molotov dan satu pecahan botol dalam keadaan utuh diduga bom molotov.

Terkait peristiwa ini, Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jawa Barat Ono Surono mengecam keras tindakan pelaku. Dia menilai pelaku memiliki tujuan terselubung atas insiden pelemparan tersebut.

“Aksi teror ini benar-benar serius, dilakukan dengan berani dan mempunyai tujuan yang sangat besar. Hal ini bukan lagi semata untuk melakukan teror kepada PDI Perjuangan tetapi kepada seluruh Rakyat Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, terkait peristiwa ini Ono meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas aksi teror ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *